Iklan Marjan 2026 Gunakan Simbol Bitcoin untuk Angkat Tema Korupsi Futuristik
Iklan Ramadan terbaru Marjan berhasil menarik perhatian publik dengan mengintegrasikan tema aset kripto ke dalam narasi futuristik yang memukau secara visual sekaligus menyampaikan pesan sosial yang kuat.


Furedata - Marjan merilis iklan Ramadan 2026 berlatar dunia futuristik dan bergaya cyberpunk. Dirilis melalui YouTube, video ini menampilkan sebuah kota digital di mana logo Bitcoin (BTC) muncul sebagai bagian dari sistem keuangannya, sebuah pilihan kreatif yang sudah diterapkan Marjan dalam beberapa tahun terakhir sebagai merek produk konsumen arus utama.
Kemunculan simbol BTC, disertai penyebutan langsung istilah “kripto”, langsung menarik perhatian komunitas kripto di Indonesia. Integrasi aset digital secara eksplisit dalam alur cerita iklan komersial arus utama dinilai sebagai strategi yang tidak lazim dan patut diperhatikan.
Dikenal konsisten menghadirkan konsep inovatif, iklan Marjan 2026 berjudul “Tikus Rakus” ini sepenuhnya diproduksi menggunakan teknologi CGI dengan kualitas visual yang canggih. Popularitas video tersebut terlihat dari jumlah penayangan yang telah menembus 3,3 juta views, menandakan apresiasi publik terhadap tema Ramadan yang diangkat tahun ini.
Alur cerita iklan berfokus pada dua agen siber, Nakula dan Sadewa, yang bertugas melindungi infrastruktur keuangan kota digital mereka. Narasi pembuka langsung memperkenalkan ancaman besar yang akan datang, membawa penonton masuk ke dalam konflik utama dengan suasana penuh ketegangan.
Tokoh antagonis bernama Sang Kuni, yang digambarkan sebagai seekor tikus, melambangkan pengkhianatan dan keserakahan. Karakter ini diperlihatkan sedang melahap aset kripto, sebuah visual yang oleh banyak pihak ditafsirkan sebagai alegori praktik korupsi oleh elite yang mengeksploitasi sistem keuangan modern demi kepentingan pribadi.
Cerita berakhir dengan cliffhanger ketika Sang Kuni berhasil melarikan diri dan tumbuh semakin besar. Akhir terbuka ini mengisyaratkan kelanjutan cerita sekaligus menjadi peringatan simbolis bahwa keserakahan yang tak terkendali merupakan ancaman yang terus membesar, sejalan dengan pesan utama Ramadan tentang pengendalian diri dan integritas.
Kekuatan iklan ini terletak pada keberhasilannya memadukan karakter folklore tradisional dengan dunia futuristik berteknologi tinggi. Melalui pendekatan tersebut, Marjan sukses mengubah iklan musiman menjadi medium refleksi sosial tentang moralitas, kekuasaan, dan sistem keuangan di era digital.
