1 hour ago

Tiga Orang Ditangkap Usai Coba Membobol Rumah Eksekutif Binance di Prancis

Sebuah perampokan rumah yang mengkhawatirkan menargetkan seorang karyawan Binance di Prancis dan berujung pada penangkapan tiga orang, menyoroti tren berbahaya dan meningkatnya serangan fisik terkait kripto.

Furedata
Furedata
Tiga Orang Ditangkap Usai Coba Membobol Rumah Eksekutif Binance di Prancis

Furedata - Pihak berwenang di Prancis berhasil menangkap tiga tersangka yang terkait dengan upaya perampokan rumah. Target dari operasi tersebut adalah seorang eksekutif senior yang bekerja untuk cabang Prancis dari bursa mata uang kripto Binance.

Laporan media lokal merinci bagaimana tiga orang bersenjata dan berpenutup wajah memaksa masuk ke sebuah apartemen di Val-de-Marne. Mereka awalnya membobol kediaman yang salah pada dini hari Kamis.

Setelah memasuki rumah tetangga, para pelaku menuntut informasi tentang keberadaan eksekutif Binance tersebut. Mereka kemudian mencuri dua ponsel dari lokasi sebelum melarikan diri.

Hanya dua jam kemudian, para pelaku yang diduga terlibat ditahan saat mencoba melakukan pembobolan kedua di Hauts-de-Seine. Warga memberi tahu pihak berwenang, yang kemudian dengan cepat menangkap mereka serta menyita barang-barang curian.

Dilansir dari Cointelegraph (14/2/2025), Bursa kripto tersebut mengakui insiden ini, dan mengonfirmasi bahwa salah satu karyawannya menjadi korban. Binance menegaskan bahwa melindungi staf dan meningkatkan langkah-langkah keamanan tetap menjadi prioritas utama.

Salah satu pendiri Binance, Yi He, menyatakan bahwa karyawan tersebut dan keluarganya dalam keadaan aman dan secara aktif membantu penyelidikan. Ia memuji unit elite anti-geng kepolisian Prancis atas respons cepat dan efektif mereka.

Serangan ini mencerminkan tren global yang mengkhawatirkan berupa serangan fisik terhadap pemegang kripto, yang sering disebut sebagai “wrench attack.” Perusahaan keamanan siber CertiK mencatat peningkatan signifikan sebesar 75% dalam insiden semacam ini pada tahun 2023.

Kejahatan kekerasan tersebut menyebabkan kerugian terverifikasi lebih dari $40,9 juta tahun lalu, meskipun dampak finansial sebenarnya kemungkinan jauh lebih besar karena banyak kasus yang tidak dilaporkan kepada pihak berwenang.

Prancis mencatat lebih banyak serangan semacam ini dibandingkan negara lain pada tahun 2023, dengan 19 insiden terpisah. Eropa sebagai benua mewakili sekitar 40% dari seluruh kasus terverifikasi secara global selama periode tersebut.

Bagikan Artikel Ini